Ciamis. Rasa senang, bahagia dan bersyukur terhadap pelaksanaan pembangunan melalui Implementasi BDL Rekompak-JRF di Desa Wonoharjo khususnya bagi ibu-ibu di Dusun Kedungrejo disampaikan dengan cara yang berbeda. Dengan inisiatif sendiri, ibu-ibu dari tiga RT yang berbeda, yang juga merupakan penerima manfaat dari kegiatan ini, menyulap halaman rumah pak Turiman yang letaknya tidak jauh dari lokasi pembangunan jalan beton menjadi dapur umum.
Kemarin, Selasa (9/3/2010) siang, terlihat sekitar 13 orang ibu-ibu dan kaum perempuan sedang sibuk menyiapkan menu makan siang untuk para pekerja. Tampak sebagian menyiapkan sayuran dan lauk-pauk di meja, membersihkan gelas dan piring, dan sebagian masih sibuk menanak nasi di belakang. Rupanya, hal ini dilakukan secara bergilir tiap RT sejak hari pertama pelaksanaan pembangunan, tiga hari yang lalu.
“Ini inisiatif ibu-ibu sendiri, karena kita senang sudah dibantu pembangunan jalan disini. Kita gilir tiap RT, hari ini giliran RT 3, kemarin sudah RT 1 dan 2,” celetuk salah satu ibu, saat ditanya siapa yang mempunyai ide awal membuat dapur umum ini.
Terkait dengan menu masakan dan bahan-bahan dasar untuk memasak, ibu-ibu tidak merasa kesulitan tentang hal ini. Disamping dana dari iuran RT, beberapa warga juga kerap kali menyumbangkan sebagian sayuran, lauk-pauk dan nasi yang ada di rumahnya sebagai menu tambahan di dapur umum ini.
“Kita iuran tiap RT, ada juga yang ngasih gula, beras, sayuran, dan lain-lain. Bahkan tiap pagi sumbangan sembako sudah datang sendiri kesini,” ujar ibu Komsiah, sembari membersihkan gelas yang masih basah setelah dicuci.
Ibu Komsiah juga mengungkapkan, tidak hanya menyiapkan makan siang, kopi dan cemilan saja, setelah memasak dan membersihkan peralatan dapur, ibu-ibu juga membantu dalam proses pengerjaan pembangunan. “Habis masak, kadang kita juga bantu bapak-bapak kerja, seperti mengangkut pasir, batu dan lainnya,” ungkap ibu dua anak ini.
Disisi lain, tanggapan dan partisipasi masyarakat desa terhadap program Rekompak-JRF khususnya pada pembangunan jalan beton dan plat deker di Dusun Kedungrejo, Desa Wonoharjo ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang ikut dalam proses pengerjaan pembangunan. Sedikitnya 60 orang warga setiap harinya bersama-sama bergotong-royong dalam proses pembangunan jalan beton yang merupakan salah satu jalur evakuasi di Desa Wonoharjo ini. Bahkan menurut pengakuan salah satu anggota BKM Sajidin, pada hari minggu sebelumnya, ada sekitar 100 orang lebih warga yang bekerja di lokasi pembangunan.
Pembangunan jalan beton dan plat deker yang berada di Dusun Kedungrejo, Desa Wonoharjo ini merupakan satu dari dua lokasi pembangunan melalui Implementasi BDL Tahap II Termin pertama (40%) dengan total pagu keseluruhan sebesar Rp. 320jt. Dengan melihat tingkat partisipasi dan antusias warga dalam proses pembangunan, Kepala Desa Wonoharjo Sayan yakin proses pembangunan dapat diselesaikan dengan cepat dan dapat melanjutkan proses pencairan dan pengerjaan 60% untuk termin kedua selanjutnya.
Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Small DMC Jawa Barat Bodie Wibowo yang juga ikut mengunjungi lokasi mengingatkan kepada PP (Panitia Pelaksana) dan BKM untuk selalu me-record atau mencatat segala bentuk konstribusi swadaya masyarakat selama kegiatan Implementasi BDL berlangsung, baik dari sisi tenaga kerja maupun bentuk swadaya yang lain. Hasil pencatatan ini nantinya juga harus dilaporkan secara berkala melalui data SIM yang ada dengan disertai lampiran daftar hadir serta nilai swadaya yang diberikan. Hal ini sangat penting karena terkait dengan salah satu indikator yang dipakai pihak donor dalam melakukan penilaian terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam program Rekompak-JRF di desa-desa sasaran. (Sumber: Didit A – Web Editor / Sosinfo - NMC Rekompak-JRF)
|